via photobucket

 

Beberapa dari kita mungkin ada yang pernah menonton acara TV realitas yang menampilkan rumah yang benar-benar kacau balau. Salah satu acara realitas ini adalah Clean House. Kadang pasti membuat kita berpikir apakan benar ada rumah yang bisa demikian berantakan? Ya, bisa saja.

Ada beberapa alasan yang membuat rumah bisa menjadi sedemikian berantakan.

1. Benda-benda dengan nilai emosional

Nilai emosional dari benda-benda yang kita miliki adalah ikatan yang paling kuat kita dengan benda tak terpakai. Entah itu foto masa kecil, hasil prakarya anak, hadiah dari suami saat masih pacaran, ataupun pemberian dari nenek Anda.

Foto-foto lama bisa kita bereskan dengan memindai foto menjadi file komputer. Hasil prakarya anak dapat kita capture dan pindai dengan menggunakan aplikasi smartphone yang bisa kita peroleh dari Android Store. Hadiah-hadiah dengan nilai emosional dapat kita rancang ulang sehingga menjadi barang dekorasi. Jangan biarkan benda-benda ini tergeletak tanpa manfaat di dalam rumah Anda. Inilah asal mula kekacauan dalam rumah.

  diy-charging-station-final

via http://www.designsponge.com/

2. Hadiah dari Teman / Saudara

Kita sering merasa tidak enak jika harus menyingkirkan hadiah entah itu dari teman atau saudara. Padahal sering kali hadiah yang kita terima tidak sesuai dengan keinginan dan selera kita. Pahami motivasi dari benda-benda pemberian ini. Mungkin saja, benda tersebut diberikan karena mereka juga menerimanya dari orang lain dan ternyata tidak sesuai dengan selera mereka. Memberikan benda ini kepada Anda lebih mudah bagi nurani mereka dari pada harus membuang benda-benda ini.

 

3. Jangan-jangan / Mungkin nanti

Alasan klasik saat kita ingin mempererat ikatan dengan barang yang tidak terpakai adalah “jangan-jangan” dan “mungkin nanti”. Jangan-jangan anakku suka sama mainannya lagi, mungkin aku akan kurus lagi dan celanaku muat, mungkin model ini akan tren lagi, dan banyak alasan lain yang sering kali tidak akan terjadi lagi. Kalaupun mode berulang, masa sih mau menyimpan celana 60’s selama 20 tahun sampai tren lagi. Atau, menyimpan pakaian ukuran S sementara ukuran kita sudah tidak mungkin lagi lebih kecil dari L.

 

4. Merasa bersalah

Kita tidak mampu menyingkirkan benda tak terpakai karena rasa bersalah telah memboroskan banyak uang atau “sedikit” memaksa pasangan kita untuk membelikan hal yang kita sukai. Tapi rasa bersalah tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan mengembalikan uang yang sudah terpakai untuk berbelanja. Berikan benda yang tidak lagi Anda inginkan kepada yang membutuhkan. Masih banyak orang yang akan berterima kasih atas pemberian Anda. Bayangkan leganya perasaan Anda saat benda ini meninggalkan Anda, dan leganya juga ruangan yang lebih lapang.

 

5. Tidak Mau Kalah

Tetangga sebelah barusan membeli kursi taman baru, sedangkan kursi Anda terlihat seperti dari satu atau dua dekade lalu. Sebelum Anda merasa kursi Anda usang dan membeli yang baru, pikirkanlah lagi apakah ada cara untuk merubah tampilan kursi lama Anda. Entah dengan penambahan sedikit dekorasi atau mengecat ulang, perabot lama bisa terlihat baru dan modern.

Jangan bersaing memiliki barang sebanyak mungkin. Rumah dengan barang yang terlalu banyak tidak terlihat menarik, melainkan kacau. Rumah yang sederhana justru lebih dapat menonjolkan keindahan barang-barang yang sudah Anda miliki. Ingat Less is More

 

Berikut adalah video dari rumah yang diakui sebagai salah satu rumah paling berantakan di dunia. Tak mau kan kita memiliki rumah seperti ini.