Marie Mainguy via hireanillustrator

 

via Forbes Kalau kita tidak mengenali orang yang paling jelek di ruangan, orang itu pastilah Anda. Perkataan ini berlaku juga untuk si bully. Jika kita tidak bisa mengenali seorang bully di ruangan, kemungkinan Andalah si bully. Dan jangan bilang kita tidak bisa melihat siapa si bully,  karena tidak ada tempat kerja yang sempurna.

Seringkali kita tidak sadar bahwa kita sedang di bully atau mungkin kita sudah membully orang lain. Begitu banyak cerita tentang bully yang bisa didapat di internet, jadi artikel ini tidak akan menceritakan kisah-kisah bully, melainkan bagaimana mengenali bully di tempat kerja kita, atau kita bisa mengajarkan anak kita untuk mengenali bully.

Bully adalah gaya hidup yang mudah dikenali dan dihindari. Terkadang bully berawal dari kecemburuan dan persaingan. Terkadang juga menjadi bully adalah salah satu cara untuk bertahan hidup, mengapa? Karena dengan menjadi bully, kita menjadikan orang lain sasaran bukannya diri kita, terutama jika kita memiliki potensi untuk diganggu.

Menyiksa. Terdapat berbagai kemungkinan untuk menyiksa seseorang, mulai dari mengacuhkan, menyusahkan, tidak mengundang rekan kerja untuk makan siang, mendaftarkan rekan kerja pada meeting yang tidak berujung, secara sengaja tidak membaca/membalas email, tidak mendengarkan pendapat, sampai membuat rekan kerja melakukan pekerjaan-pekerjaan tambahan. Selalu ada cara baru yang  lebih “kreatif” untuk menyiksa seseorang. Setiap kali kita melakukan hal-hal yang secara sadar kita tahu akan mengganggu seseorang, kita sedang menjadi seorang bully. Kategori penyiksaan ini lebih cenderung membahas hal-hal yang dilakukan secara sengaja, bukan merujuk ke perilaku yang mengganggu karena karakter atau kepribadian seseorang. Jika kita merasa terganggu karena karakter atau kepribadian rekan kerja, berarti kita sedang menghadapi orang dengan karakter sulit.

Bergosip. Bergosip tentang hal-hal bodoh itu bodoh. Well, jika kita bergosip tentang ide-ide brilian, namanya bukan gosip, tapi brainstroming. Kita bergosip mengenai orang yang tidak kita sukai, pakaian siapa yang dekil hari ini, atau siapa yang memakai tas KW atau palsu. Atau bisa juga bergosip mengenai rumah tangga orang lain. Hal-hal ini tidak berguna untuk dibahas, namum kita senang melakukannya. Percayalah, tidak ada yang menyukai penggosip kecuali sesama penggosip. Bahkan atasan kita pun tidak akan suka mendengarkan kabar “KATA-SI-DIA, KATA-SI DIA”. Dari pada bergosip, mengapa kita tidak mendekati orang yang misalnya sedang ada masalah dan menanyakan apakah ada hal yang bisa kita bantu.

Memfitnah/Mengadu.  Mudah untuk mengadukan orang lain atau memfitnah. Para penfitnah akan muncul dengan sendirinya saat ada seseorang, misalnya atasan yang sedang kesal dengan pekerjaan seseorang, mendekati mereka. Si pemfitnah/pengadu, biasanya tidak tahan dikritik atau ditegur sehingga dengan cepat mereka akan segera menunjuk orang lain untuk menjadi pengalih perhatian. Jika di tempat kerja kita terlibat di dalam sebuah proyek yang ternyata tidak berjalan lancar, jangan menyalahkan orang lain saat membahas tantangan-tantangan di dalam melaksanankan proyek. Cobalah untuk membahas bagaimana kita bisa memperbaiki situasi dan membantu selesainya proyek. Bertanggung jawab atas kesalahan sendiri dan mencari jalan keluar dari situasi sulit adalah tanda-tanda karakter positif seorang pemimpin.

Secara umum mengerjai/mengganggu orang lain. Di tempat kerja, kita tahu rekan kerja yang mana yang bisa diajak bercanda dan yang mana yang tidak. Kita juga tahu percakapan mana yang sensitif dan mana yang tidak, kecuali kita adalah orang yang tidak memahami budaya setempat. Ketika kita, bercanda dengan orang yang tidak bisa menerima bahan gurauan kita dan secara sadar kita tahu mereka tidak menyukai topik ini tapi kita tidak berhenti, kita telah menjadi seorang bully. “oh, saya hanya bercanda”, tidak akan memberikan kita pembenaran akan apa yang telah dikatakan.

CC-lah seluruh dunia. Atau, beritahukankan seluruh dunia. Sering kali kita menerima email yang tidak kita sukai, semua orang juga mengalami hal yang sama. Hey, ini pekerjaan, jangan ambil hati secara personal. Jika, reaksi pertama kita adalah memasukan atasan kita ke dalam daftar email balasan, atau atasan mereka, yang bisa saja segera memanggil dan menegur mereka, bisa saja kita telah membully mereka. Bereskanlah hal-hal kecil sendiri, jangan menerima segala hal secara personal. Ada saatnya kita boleh-boleh saja memberitahu atasan atau bahkan seluruh dunia, jika kita benar-benar kesulitan dan tidak mempunyai jalan keluar lagi. Banyak orang yang menggunakan fitur CC secara berlebihan, berhentilah memberikan orang-orang di sekitar kita masalah tambahan, mereka sudah cukup sibuk.

Setelah membaca artikel ini dan Anda menyadari telah melakukan satu atau dua hal ini, berarti Anda pernah menjadi bully. Beberapa rekan Anda mungkin bisa menganggap perbuatan Anda sebagai angin lalu, namun beberapa lainnya barangkali tiap hari harus berangkat kerja dengan perasaan terpaksa, karena mereka masih harus bekerja bersama Anda. Bayangkan jika Anda yang berada di posisinya, bukankah ini sangat menyebalkan?

Atau setelah membaca, Anda merasa mengalami hal-hal ini, berarti Anda telah ditindas. Lakukan sesuatu, berbicaralah kepada seseorang yang Anda percaya, atau menghadap ke bagian HRD perusahaan Anda.