via truthinsideofyou

Ada beberapa situasi di kantor yang sering mengesalkan, rasa kesalnya bisa sampai ke ubun-ubun.

Jika Anda bertanya kepada para pekerja, apa yang mereka tidak sukai di kantor, jawaban yang paling sering muncul adalah perasaan tidak suka yang sering timbul di tempat kerja, entah karena tambahan pekerjaan atau ketidak sukaan terhadap orang-orang tertentu.

APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI?

Well, bagi sebagian orang pekerjaan adalah cara untuk menghasilkan uang, sebagian lainnya merasa pekerjaan mereka menjadi saluran kreatifitas, dan walaupun tempat bekerjanya tidak menyenangkan, fasilitas yang diberikan oleh kantor mendukung motivasi mereka bekerja untuk menghasilkan uang atau untuk berkarya.

APA YANG BISA KITA LAKUKAN?

1. Tahan keinginan untuk menjadi defensif. Anda perlu mengerti bahwa Anda tidak bisa mengalahkan orang-orang dengan karakter sulit. Di dalam pandangan mereka, semua orang lain adalah sumber kesalaha. Jika Anda semakin bersikeras bahwa Anda benar, semakin mereka akan berusaha untuk membuktikan kesalahan Anda. Mereka tidak akan memperdulikan pandangan orang lain ataupun berusaha melihat dari sudut pandang yang berbeda, karena orang lainlah yang selalu salah, apapun alasannya.

2. Terimalah keadaan. Orang-orang sulit akan selalu muncul di dalam hidup kita, Anda tidak bisa memilih orang seperti apa yang tiba-tiba muncul di pintu kantor Anda. Jika ada staff baru datang, mungkin saja orangnya menyenangkan, dan bisa jadi juga dia orang yang sulit dihadapi. Sadarilah bahwa orang-orang datang dan pergi di dalam hidup kita, yang bisa kita kontrol adalah reaksi kita terhadap mereka. Dengan menyadari hal ini, Anda akan berhenti mengeluh jika orang-orang sulit datang di dalam hidup Anda. Ingatlah, ini hanya sementara saja.
3. Jangan mengajak mereka berkonfrontasi. Seringkali kita diajarkan untuk berdiskusi empat mata dengan orang yang tidak sejalan dengan kita. Hal ini mempunyai kemungkinan berhasil yang lebih tinggi jika orang yang kita ajak berdiskusi adalah orang yang bisa diajak bicara dengan akal sehat. Orang-orang sulit tidak bisa menerima pendapat dan kritik orang lain. Ini akan membuat hubungan Anda dengan orang sulit semakin buruk dan perlakuannya akan semakin menjadi-jadi. Mereka lebih suka disetujui dan didengarkan, sehingga mencari jalan tengah sangat sulit. Hentikan “membenturkan kepala Anda ke dinding”, relakan karakter mereka yang sulit.
4. Bersiaplah menjadi cermin bagi Si Sulit. Anda harus memahami bahwa orang-orang sulit memproyeksikan diri mereka ke orang-orang di sekitar mereka. Ini bukan mengenai Anda, jadi jangan merasa tersinggung jika mereka mengganggap Anda tidak mampu, payah, atau tidak menyenangkan. Sebenarnya mereka sedang memproyeksikan diri mereka kepada Anda, singkatnya orang sulit sebenarnya tidak menyukai diri mereka sendiri. Berpeganglah pada fakta ini.
5. Ingatlah untuk memisahkan diri dari merekea. Jika Anda secara sengaja atau tidak terlibat di dalam konflik dengan orang-orang sulit ini, gunakan strategi berikut:

  • Tetaplah tenang saat terlibat konflik. Berkata kasar atau menangis akan memicu perilaku mereka menjadi semakin buruk.
  • Tinggalkanlah konflik dengan perasaan tidak peduli. Jangan beradu mulut dengan mereka karena ini akan membuat diri Anda turun ke level karakter mereka. Arahkan situasi atau percakapan dengan membahas hal-hal positif.
  • Saat terjadi konfik, tanyakan diri Anda sendiri dengan pertanyaan KENAPA. Kenapa dia marah tanpa sebab, kenapa  …, kenapa … Ini akan membantu pikiran Anda sibuk dengan memposisikan diri Anda untuk memahami perilaku orang sulit.
TINGGAL ATAU PERGI?

Jika Anda merasa orang yang sulit dihadapi ini benar-benar menggangu kinerja Anda, pasti Anda berpikir untuk berhenti dan mencari pekerjaan lain, apalagi jika dia adalah atasan baru Anda. Pilihan tinggal dan pergi sering kali tidak mudah diambil. Berkonsultasilah dengan orang yang bisa Anda percayai, atau HRD tempat Anda bekerja misalnya. Bicarakan kemungkinan Anda pindah ke bagian lain atau diberi tanggung jawab yang berbeda, sebelum memutuskan untuk berhenti.